Showing posts with label bagiilmu. Show all posts
Showing posts with label bagiilmu. Show all posts

Thursday, 19 December 2013

Import SQL pada Oracle

Di modul 8 Praktikum Basis Data ini pembahasannya tidak begitu jauh berbeda dari apa yang sudah dipelajari di modul 7. Pada modul 7, mengenai  pembuatan database dan table dengan cara yang manual. Sementara pada modul 8, pembuatan database dan table akan diambil dari struktur sistem database yang sudah dibuat pada CDM (Conceptual Data Model) dan PDM (physical Data Model) melalui perangkat lunak Sybase atau Power Designer.

Persyaratan Final Project Praktikum Basis Data 2013


Untuk Final Project Praktikum Basis Data sesi A3 atau yang jadwal praktikumnya setiap hari Rabu, pukul 13.00, ujian Final Project Praktikum Basis Data akan dilaksanakan pada hari Selasa, pukul 15.00.

Persyaratan yang harus dibawa pada waktu Final Project adalah sebagai berikut:

Friday, 28 December 2012

Modifikasi Data Melalui Datagridview

Modifikasi Data Melalui Datagridview

Lanjut dari postingan sebelumnya yang juga membahas mengenai cara dasar penggunaan datagridview. Pada postingan sebelumnya kita hanya bisa menampilkan data yang telah diinputkan melalui fungsi datagridview. Namun disini kita akan menambahkan fungsi dari datagridview sendiri, yaitu dapat merubah atau memodifikasi data yang telah diinputkan pada database.

Cara pembuatannya pun sama seperti penjelasan sebelumnya (Membuat DataGridView Sederhana Pada Visual Basic), jadi disini kita hanya perlu menambahkan beberapa langkah.

Membuat DataGridView Sederhana Pada Visual Basic

Membuat DataGridView Sederhana Pada VB

Dalam pertemuan kali ini, saya akan membahas mengenai penggunaan akan Datagridview pada aplikasi sederhana yang dibuat melalui editor Microsoft Visual Studio 2005. Aplikasi yang akan saya bahas disini bisa dikatakan sebagai aplikasi paling dasar sebelum mempelajari lebih lanjut mengenai data grid view.

Selain merupakan suatu toolbox yang digunakan untuk membangun suatu aplikasi dengan Visual Basic, datagridview sendiri memiliki fungsi untuk menampilkan data yang telah tersimpan dalam database dari table yang ingin ditampilkan.

Wednesday, 26 December 2012

Final Project Praktikum Basis Data

Final Project Praktikum Basis Data Final Project Praktikum Basis Data
  1. Mencari studi kasus mengenai suatu sistem (tiap mahasiswa memiliki studi kasus yang berbeda)
  2. Membuat ERD dari studi kasus tersebut
  3. Membuat CDM dan PDM dari ERD yang telah dibuat
  4. Generate PDM ke dalam bentuk SQL dan kemudian import dalam Oracle
  5. Query SQL:

Tuesday, 25 December 2012

Penggunaan Whatsapp Pada Laptop/PC - Android Emulator

Sebelum masuk ke inti, saya mau sedikit curhat nih. Ini semua karena pada awalnya saya nggak punya modem USB pribadi. Tapi untungnya saya punya pegangan ponsel android yang ber-provider CDMA. Jadi saya masih bisa menggunakan ponsel android saya sebagai modem. Akan tetapi ada kendala lain dalam penggunaan ponsel pribadi saya sebagai modem tersebut.

Tuesday, 6 December 2011

Berkat Sisi Positif Game

Hampir 2 mingguan ini saya tidak memperbarui isi dari blog saya. Memang terasa sangat memalukan. Apalagi mengingat banyak pernyataan bahwa blog seharusnya ter-update minimal seminggu sekali. Lha ini malah hampir 2 minggu. Sekali lagi sungguh aneh dan memalukan.

Memang selama 2 minggu berturut-turut hari-hari saya tidak sepi akan tugas, apalagi dengan tugas saya menjadi seorang ketua pelaksana dalam suatu seminar berjudul How Hacker Remote Windows yang syukur alhamdulillah  berjalan dengan lancar, dan juga tugas kuliah.

Di samping semua kesibukan itu, ntar  kenapa tiba-tiba tangan dan pikiran saya langsung menuju ke folder game pada saat laptop baru saja dinyalakan. Tanpa berpikir panjang dan memilih-milih, cursor saya langsung menekan aplikasi Visual Boy Advance. Dan segera me-load game Harvest Moon. Pasti hampir semua orang, tak harus gamer mengerti permainan yang awalnya cuma dapat dimainkan dengan PS - Play Station tersebut.

Thursday, 10 November 2011

Lapres 4: SQL (Structure Query Language)

Dokumen dapat diunduh disini:
http://www.ziddu.com/download/17317537/Lapres4.doc.html

Soal:
1.      Menampilkan data atau objek dari yang telah diinputkan!
2.      Menginputkan data dalam tabel.
3.      Menghapus data yang telah diinputkan dalam suatu tabel!
4.      Meng-update data yang telah diinputkan kembali.

Pembahasan:
1.   Menampilkan tabel yang telah diinputkan.
Dengan cara menyambungkan pada user kita, kemudian ketikkan select * from tab;
Dimana bintang (*) yang berarti semua.


Sunday, 6 November 2011

Tupen 5: HR (Human Resources)

Dokumen dapat diunduh di sini: http://www.ziddu.com/download/17316922/tupen5.doc.html

Soal:
1. Masuk ke user tertinggi di Oracle/ Sys!
2. Buka user hr! (print screen)
3. Koneksikan ke user hr!
4. Tampilkan ke seluruh isi tabel yang ada di user hr! (print screen)
5. Tampilkan deskripsi dari tabel employees!
6. Tampilkan seluruh data pegawai dengan employee - id = 200! (print screen)
7. Tampilkan seluruh data pegawai dengan ubah jadi huruf besar semua!

1. Masuk ke user tertinggi!
Pertama, login ke Run SQL. Misalnya pada komputer saya, conn sys/oracle as sysdba;
Di sini yang menjadi user tertinggi adalah Sys dan diikuti sysdba;
Kemudian kedua yaitu system.
Dan ketiganya HR atau Human Resources.
Sudah masuk ke account saya. Dan di sini tugasnya yaitu masuk ke user tertinggi misalnya  HR (Human Resources).

Sunday, 23 October 2011

Menwa Yogyakarta Demo Tuntut SBY Tegas Pada Malaysia

Kamis, 02/09/2010 14:01 WIB
Jakarta - Puluhan anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta mengelar aksi keprihatinan menuntut Presden Susilo Bambang Yudhoyono bersikap tegas terhadap Malaysia. Mereka menyatakan tidak ada kompromi demi tegaknya kedaulatan NKRI.

Aksi tersebut digelar di simpang empat Kantor Pos Besar atau di titik nol kilometer Yogyakarta. Dalam aksi itu mereka mengenakan uniform lengkap pakaian dinas lapangan (PDL) warna hijau dan pakaian dinas harian warna krem lengkap dengan baret ungu.

Akil Mochtar, Kisah yang Melebihi Cerita Laskar Pelangi



Jakarta - Nama Akil Mochtar kini wara-wiri tampil di berbagai media. Guncangan dugaan isu suap dan pemerasan di tubuh Mahkamah Konstitusi (MK) inilah yang menyeret namanya dalam pusaran polemik. Namun, ditengah terjangan tersebut, dia tak gentar menghadapai tudingan yang dilontarkan oleh Refly Harun.

Bahkan dia pun menentang balik yaitu jika tudingan Refly tidak terbukti, maka siap-siap si penuding akan mendapat ganjaran setimpal. Mengapa sedemikan beraninya dia menantang tudingan tersebut?

"Saya sudah biasa diseperti ini-kan. Bahkan sejak zaman Orde Baru sudah biasa menghadapi hal seperti ini," kata Akil.

Pernyatan Akil ini disampaikan dalam bincang santai dengan detikcom di ruangannya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, (21/12/2010).

Lantas, mulailah cerita mengalir dari hakim konstitusi yang menamatkan pendidikan hingga SMP di Putussibau, Singkawang, Pontianak, Kalimantan Barat ini. Pengalaman masa kecil hingga dewasa inilah yang mengkristalisasikan pemikirannya terhadap nilai-nilai keadilan dan nasionalisme.

"Saya kecil di daerah terpencil. Berbatasan langsung dengan Malaysia," tambah Akil sambil sesekali memainkan gadgetnya.

Masa kecil yang dihabiskan di daerah terpencil inilah yang menjadikan wawasan kebangsannya menguat. Di desanyalah, sengketa Indonesia-Malaysia terus berkecamuk.

"Waktu SMP kami diwajibkan memakai sepatu. Tapi tidak punya biaya. Akhirnya, kami menyadap getah enau lantas menjualnya. Kami beli sepatu yang bekas dipakai oleh tentara," cerita mantan pengacara yang menginjak usia ke 50 pada Oktober lalu ini.

Sayang, sepatu militer itu pun tak bisa langsung dipakai karena masih ada boatnya setinggi betis. "Kami lalu memotong hingga semata kaki. Lalu sol bawah dikuliti karena masih menancap paku boat. Guru saya hanya tersenyum melihat sepatu kami," tutur Akil.

Usai SMP, orang tuanya nyaris tak bisa membiayai sekolahnya hingga tingkat lebih atas. Apalagi sebagai anak dengan 9 bersaudara, dia harus mencari biaya sendiri guna menyambung biaya pendidikan. Tantangan tak hanya itu, di kampungnya tak ada SMA.

"Ayah saya berpesan, kalau mau merubah nasib, hijrah-lah. Menggunakan kapal boat, akhirnya saya menyusuri sungai Kapuas selama 14 hari, untuk melanjutkan SMA. Jika dibanding kisah dalam novel Laskar Pelangi, tidak ada apa-apanya," kisah Akil.

Usai sampai di Pontianak, lagi-lagi dia harus bergelut dengan permasalahan biaya sekolah yang menghimpit. Sementara cita-cita untuk lulus sekolah dan melanjutkan hingga kuliah terus bergelora jangan sampai berhenti di tengah jalan.

"Untuk biaya sekolah, semua profesi sudah saya lalui. Dari loper koran hingga tukang semir sepatu," kenang pria yang menamatkan pendidikan doktornya di Unpad Bandung ini.

Usahanya tak sia-sia. Dia pun lulus dan bisa melanjutkan kuliah dengan mengambil Fakultas Hukum di Universitas Panca Bhakti, Pontianak. Untuk menyambung keberlangsungan perkuliahan, dia menjadi sopir video shoting. "Waktu itu lagi ramai- ramainya video shooting. Saya jadi tukang sopir mobil books nya. Ditabung untuk hidup sehari- hari, biaya kuliah hingga skripsi," kisah Akil yang selama kuliah aktif dalam kegiatan Resimen Mahasiswa ( Menwa).

"Waktu itu, untuk daftar skripsi sebanyak Rp 75 ribu. Dari upah sopir saya cuma ada tabungan Rp 50 ribu. Sisanya pinjam sana-sini," ujar Akil sambil menghirup rokok dalam-dalam.

Usai menjadi sarjana, mulailah dia terlibat langsung dalam perubahan sosial. Mengawali karier sebagai pengacara di pelosok Kalimantan, masuk dunia politik, hingga kini berkantor di lantai 13 gedung MK. Namun, badai tak kunjung berlalu. Setelah beberapa tahun sebagai penafsir konstitusi, kini hembusan angin kembali menerpanya.

"Kita lihat saja, akhir pusaran ini. Saya sudah terbiasa dengan semua ini," tutup Akil dingin.
(asp/vit)


Really proud and thanks for:
Andi Saputra - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2010/12/21/190105/1530193/608/akil-mochtar-kisah-yang-melebihi-cerita-laskar-pelangi 

AS Dukung Modernisasi Persenjataan TNI

 
Nusa Dua - Amerika Serikat (AS) mendukung modernisasi persenjataan Indonesia dengan menyediakan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) milik TNI. AS akan melakukan hibah pesawat F16 dan pesawat Hercules dalam waktu dekat.

"AS mendukung penuh modernisasi angkatan bersenjata kita," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantor pada jumpa pers di Hotel Melia, Nusa Dua, Bali, Minggu (23/10/2011).

Kesiapan AS membantu persenjataan Indonesia disampaikan Menhan AS Leon Panetta saat melakukan pertemuan bilateral dengan Indonesia. Pertemuan itu digelar di sela-sela Pertemuan Menteri Pertahanan se ASEAN.

Purnomo menjelaskan, Indonesia telah mengembangkan alutista sejak reformasi tahun 1998. Hanya saja, rencana tersebut terhalang krisis. "Pada waktu reformasi tahun 1998, walau terkena krisis, kita juga mengembangkan alutista," ujarnya.

Kini, AS tetap hadir di Asia Pasifik meskipun tengah mengalami pemotongan anggaran pertahanan di negaranya. "AS akan mendukung terwujudnya keamanan kawasan ASEAN yang akan kita capai pada 2015," kata Purnomo.

Salah satu bantuan AS adalah sistem radar di Selat Malaka. Hal ini untuk mendukung rencana Indonesia untuk mengembangkan keamanan maritim karena 2/3 wilayahnya adalah lautan.

"Kini angka perompakan di Selat Malaka menurun. Malaysia, Singapura dan Indonesia juga melakukan operasi rutin," katanya.

AS juga membantu dalam menangkal terorisme di Indonesia. Menurut Purnomo, perkembangan terorisme di Indonesia tidak mempengaruhi rencana kunjungan Presiden AS Barrack Obama ke Indonesia pada bulan November. "Belum ada perubahan," ujarnya.

Really proud and thanks for:
Gede Suardana - detikNews

Iris, Plesetan Siri untuk Android

Jakarta - Siri memang menjadi salah satu fitur paling menarik di iPhone 4S. Lalu apa jadinya jika fitur sejenis itu dibuat untuk ponsel Android?

Siri, merupakan piranti lunak yang memanfaatkan suara untuk melakukan tanya jawab, memberi rekomendasi, serta melakukan sejumlah perintah yang terintegrasi layanan web, lokasi, atau pun video.

Selain untuk iOS, aplikasi ini awalnya direncanakan juga dirilis untuk BlackBerry dan Android, namun batal lantaran dibeli Apple pada April 2010 yang kemudian menjadi fitur eksklusif di iPhone 4S.

Khusus untuk pengguna Android, ada aplikasi sejenis bernama Iris (kebalikan nama Siri) yang diciptakan oleh programer muda asal India, Dexetra.

"Tiba-tiba saja saya ingin membuat aplikasi serupa (Siri-red) untuk Android," tulis Dexetra melalui blog resminya.

Dexetra juga mengaku tak butuh waktu lama untuk membuat aplikasi plesetan Siri ini, terlebih lagi ia sudah cukup lama berkecimpung di bidang Artificial Intelligence (AI).

"Hanya butuh waktu 8 jam untuk membuat layout dan desain, serta memasukan beberapa perintah suara. Termasuk sedikit jawaban humor," tambah Dexetra.

Iris sudah bisa diunduh melalui Android Market. Ketika dijajal detikINET, Sabtu (22/10/2011), meski masih dalam tahap alpa namun aplikasi ini cukup menghibur dengan sedikit candaan. Tertarik mencobanya?



Really proud and thanks for:
Trisno Heriyanto - detikinet

Google, Apple, & Microsoft 'Perang' di Asia

 
Hong Kong - Benua Asia telah jadi 'medan perang' bagi para perusahaan teknologi di industri smartphone. Pentingnya Asia terlihat ketika Google bersama Samsung mengungkap smartphone andalan Galaxy Nexus di wilayah tersebut, tepatnya di Hong Kong.

Google sendiri telah bekerja sama erat dengan berbagai vendor asal Asia, terutama Samsung. Tujuan mereka adalah menjungkalkan Apple yang mengandalkan iPhone.

"Pasar Asia sangat penting. Khususnya di beberapa negara yang pasar smartphone-nya sedang berkembang dan kami sangat tertarik dengan kesempatan ini," ucap Won-pyo Hong, Executive Vice President for Samsung's Global Product Strategy.

Dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (21/10/2011), Asia Pasifik akan menjadi pusat pertumbuhan pasar feature phone dan smartphone dalam beberapa tahun ke depan. Sedangkan wilayah Eropa dan Amerika Serikat diprediksi mengalami stagnasi.

Vendor Asia kini berperan penting di industri mobile dunia seperti LG, Samsung, HTC, Huawei ataupun ZTE. Selain Android, beberapa vendor di atas juga memakai platform lain seperti Windows Phone dari Microsoft, yang juga berharap banyak dari pasar Asia.

"Kala harga mulai turun, pasar yang berkembang akan menjadi kesempatan yang besar karena akan lebih banyak orang memakai smartphone," ucap Andrew Lees, President of Microsoft Windows Phone Division.

Di pihak lain, Apple mengincar China dan sekitarnya sebagai salah satu pasar utamanya. CEO Tim Cook menyatakan China, Hong Kong dan Taiwan akan menjadi penyumbang pendapatan terbesar kedua bagi Apple setelah Amerika Serikat.


Thanks for:
Fino Yurio Kristo - detikinet
http://www.detikinet.com/read/2011/10/21/162020/1749691/317/google-apple-microsoft-perang-di-asia/?i991103105

Kasus Sedot Pulsa Juga Rugikan CP

 
Jakarta - Tak hanya pelanggan telekomunikasi yang jadi korban kasus sedot pulsa, namun ada juga content provider (CP) yang merasa dirugikan atas kasus ini.

Salah satunya adalah PT Kami Kaya Kreasi (3K) yang punya produk Bizring, mobile advertising lewat ring back tone alias RBT-ads.

"Terus terang kami juga merasa dirugikan gara-gara kasus sedot pulsa ini. Meskipun kami tak pernah sekalipun menyedot pulsa pelanggan, kami tetap harus memulai lagi dari awal," ujar Tohang, Chief Financial Officer PT 3K saat dihubungi detikINET, Jumat (21/10/2011).

Layanan RBT-ads Bizring memang terpaksa memulai lagi dari awal. Sebab, terhitung 18 Oktober 2011, seluruh operator telekomunikasi mulai melakukan deaktivasi/unregistrasi semua layanan konten premium. Begitu pun dengan Bizring yang sejatinya tak mengenakan pulsa kepada pelanggannya saat berlangganan.

"Layanan mobile advertising RBT kami sudah di-reset ulang oleh Telkomsel, mitra ekslusif kami. Data pelanggan yang sebelumnya sudah mencapai 328 ribu di server kami juga sudah kami set ulang jadi nol. Kami berani diaudit untuk menunjukkan kalau kami ini bersih dan tidak curang," papar Tohang.

RBT-ads Bizring, dijelaskan olehnya, merupakan skema bisnis baru yang sebenarnya bisa menguntungkan semua pihak, mulai dari pelanggan pemilik nomor telepon, operator telekomunikasi, content provider, hingga pemasang iklan.

Bisnis simbiosis mutualisme ini, menurut Tohang, sangat berpotensi bisa tumbuh pesat asalkan semua dilakukan secara fair dan transparan.

"Di dalam bisnis RBT-ads ini, kami tak memotong pulsa pelanggan. Justru malah kami yang memberikan bonus pulsa kepada pelanggan untuk SMS lintas operator jika bermitra sebagai channel mobile advertising kami," jelasnya.

Pelanggan yang nomor teleponnya tidak menggunakan nada sapa atau RBT, diajak bekerja sama oleh Bizring sebagai mitra untuk sarana beriklan. Sebagai reward atas penyewaan sarana itu, pelanggan diberikan beragam bonus, mulai dari SMS gratis lintas operator, talktime, pulsa data, serta undian berhadiah setiap bulannya.

"Pemasang iklan pun juga diuntungkan karena pariwaranya bisa langsung didengarkan oleh ratusan juta penelepon potensial. Jadi di sini metode bisnisnya saling menguntungkan semua pihak, bukannya merugikan pihak tertentu, dalam hal ini pelanggan pemilik nomor ponsel," jelas Tohang.

Dalam metode bisnisnya, Bizring ditegaskan oleh Tohang, sudah mengikuti aturan regulasi dan kode etik layanan konten premium. Layanan RBT-ads ini, lanjut dia, juga tak bersifat memaksakan pelanggan.

"Kami punya dua metode pendaftaran, lewat SMS (ketik 1 kirim ke nomor 2100) dan internet (bizring.biz). Semua langkah pendaftaran dilakukan secara sadar oleh pelanggan dan gratis, tak ada biaya sepeser pun. Kami juga memberikan default setting 'No'. Jadi semua sudah sesuai aturan," papar Tohang lebih lanjut.

Semua biaya untuk bonus dan reward lainnya bagi pelanggan, kata Tohang berasal dari pihaknya hasil kerja sama dengan pengiklan.

"Terus terang, kami baru merintis bisnis ini sejak Juni 2011 ini. Dan pengiklan kami baru satu perusahaan. Jadi biaya yang dikeluarkan, kami yang tanggung sendiri semuanya di awal," tandas dia.

Sejauh ini, Bizring sendiri telah dua kali melakukan pengundian berhadiah berupa motor Scoopy, sepeda, laptop, BlackBerry, PS3, dan lainnya. Menurut Tohang, proses pengundiannya pun transparan dan fair karena dilakukan di hadapan notaris, perwakilan dari Departemen Sosial, kepolisian, dan perwakilan dari Telkomsel.




Really proud and thanks for :

Achmad Rouzni Noor II - detikinet

http://www.detikinet.com/read/2011/10/21/203648/1749826/328/kasus-sedot-pulsa-juga-rugikan-cp/?i991103105

Saturday, 22 October 2011

Budaya Baru di Indonesia, Budaya Anti Korupsi. Mungkinkah?

ilustrasi: koruptorindonesia.com
Hidup sederhana
Gak punya apa-apa tapi banyak cinta
Hidup bermewah-mewahan

Punya segalanya tapi sengsara
Seperti para koruptor
( Slank - Seperti Para Koruptor)


Apakah Anda tahu lirik lagu tersebut? Ya, bagi Anda para Slankers tentunya tahu betul lagu itu. Di saat negara kita dilanda krisis dan kemiskinan. Tak jarang dari mereka hidup sederhana dan seba kekurangan. Namun mereka justru menerima keadaan dengan apa adanya. Sedangkan di sisi lain, para politisi yang diduga terkait dengan korupsi diseret satu per satu menuju BPK untuk memberikan pertanggungjawaban. Dan tak sedikit dari mereka ternyata benar-benar melakukan korupsi. Cocok dengan lirik lagu itu.

Negara Indonesia, negara yang kaya akan sumber alam dan warisan budaya, dan sampai saat ini belum terlepas dari belenggu korupsi. Apa mungkin sudah mendarah daging ya? Fenomena korupsi ini semakin hebat saja kelihaiannya sebagai “tukang garuk yang tak kelihatan” sehingga menghambat proses pemerataan hasil pembangunan secara adil di Indonesia. Bukan hanya di negara kita saja, bahkan di negara-negara berkembang lainnya juga mengalami masalah yang sama dengan kita. Korupsi dan rombongan keturunannya (kolusi, nepotisme, dikriminasi diam-diam, sogok, suap, pemerasan dan penipuan), hingga tak ada satupun orang termasuk para politisi yang jujur dan bersih sanggup untuk memberantasnya. Padahal semua orang di dunia ini setuju jika para koruptor diberantas habis. Namun persoalannya, memang tidak bisa dihadapi dengan statemen belaka.

Pernyataan korupsi sebagai sebuah kebudayaan tetap menjadi sebuah pernyataan yang melahirkan dua pandangan yang berbeda. Ada pihak yang menganggap bahwa tindak korupsi merupakan sebuah budaya dan ada juga yang menentang hal ini. Perbedaan ini timbul karena adanya perbedaan pemahaman kebudayaan, tergantung dari sudut pandang mana mereka menilainya. Korupsi bisa dikatakan sebagai sebuah kebudayaan jika kebudayaan itu diartikan sebagai sebuah tingkah laku yang terus diwariskan dari generasi ke generasi, sebuah kebiasaan yang terus terpelihara dalam masyarakat baik secara pribadi maupun kelompok besar seperti Bangsa Indonesia. Di sisi lain, korupsi dianggap bukanlah sebuah kebudayaan sebab korupsi sungguh bertentangan dengan nilai dan unsur kebudayaan itu sendiri.

Umumnya, setiap orang yang melakukan korupsi dilatarbelakangi oleh keinginan individu atau kelompok tertentu untuk memperoleh kebahagiaan. Nah, kebahagiaan inilah yang dianggap sebagai suatu nilai yang patut diperjuangkan oleh tiap orang agar ia memperoleh kehidupan yang layak sebagai seorang manusia. Keinginan untuk melakukan korupsi adalah salah satu sarana untuk mewujudkan cita-cita kebahagiaan hidupnya, meskipun cara yang ditempuh justru melanggar norma atau nilai yang ada di dalam masyarakat itu. Korupsi merupakan sebuah perilaku yang melanggar tatanan nilai dalam masyarakat misalnya nilai kejujuran, keadilan, kebaikan, kedamaian, dan lain-lain. Nilai kejujuran yang berkembang dalam masyarakat Indonesia ini kemudian terganti oleh sikap baru yaitu berbohong, egois, dan hanya mementingkan diri sendiri. Sikap-sikap seperti itulah yang menjadikan penghancur nilai-nilai kebudayaan nasional Bangsa Indonesia.

Mengulas tentang korupsi, di sini saya akan mengaitkan korupsi sebagai sebuah kebudayaan dan budaya anti korupsi dengan pendekatan teoritis dalam sosiologi. Ada dua pendekatan teoritis yang dianggap penting dalam hal ini, yakni pendekatan fungsional struktural dan pendekatan konflik. Pendekatan fungsional struktural menganggap bahwa masyarakat pada dasarnya menganut dasar kata sepakat para anggotanya akan nilai kemasyarakatan tertentu. Pendekatan ini memandang masyarakat sebagai suatu sistem yang secara fungsional terintegrasi ke dalam bentuk keseimbangan. Sedangkan pendekatan konflik adalah adalah pendekatan yang melihat setiap masyarakat berada di dalam proses perubahan yang tidak pernah berakhir dan mengandung konflik-konflik didalamnya.
Setelah melihat uraian di atas, ada hal yang sangat membedakan diantara kedua pendekatan tadi, yakni ada atau tidak adanya konflik yang merupakan sumber terjadinya perubahan kemasyarakatan. Saya tertarik dengan kritik yang dilontarkan David Lockwood bahwa pendekatan fungsiobnal struktural terlal menekankan proses-proses keinginan perseorangan diatur secara normatif untuk menjamin terpeliharanya stabilitas sosial. Disini Lockwood menjelaskan kepada kita bahwa faktanya setiap situasi sosial terdapat tata tertib normatif dan disposisi yang melahirkan konflik. Tumbuhnya tata tertib sosial justru mencerminkan adanya konflik dalam masyarakat. Sama halnya dengan korupsi, ketika kebanyakan orang mengagung-agungkan makna kejujuran, amanah, dan tanggung jawab yang harus mereka pegang teguh, ternyata hal tersebut menimbulkan konflik di dalamnya. Bisa jadi, hal inilah yang menyebabkan korupsi tetap ada di negara kita. Timbulnya budaya korupsi ini juga dilatarbelakangi dengan sikap adanya pemberian kekuasaan otoritatif dalam masyarakat. Karena terdapat perbedaan tingkat pembagian otoritas inilah, maka akan menimbulkan kepentingan yang berlawanan satu sama lain. Keinginan untuk membangun sebuah bangsa yang berperadaban maju disertai dengan nilai budi pekerti yang luhur, justru ada di sisi lain yang berusaha untuk melunturkannya dengan korupsi. Adanya kontradiksi antara kepentingan bersama maupun kepentingan individu akan menimbulkan konflik yakni munculnya sebuah kebudayaan baru, budaya korupsi.

Munculnya anggapan bahwa konflik merupakan gejala kemasyarakatan yang melekat dalam hidup masyarakat, sehingga tidak mungkin dilenyapkan. Bisa saja gejala itu lenyap, namun ia hanya akan lenyap bersama dengan lenyapnya masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, yang dapat kita lakukan hanyalah mengendalikannya agar budaya korupsi tidak akan terus menjamur dan berkembang biak. Bagaimana caranya? Yakni dengan mendukung penuh budaya anti korupsi. Namun untuk menggeser budaya korupsi dengan budaya anti korupsi tidaklah mudah. Kita harus membangun sebuah nilai-nilai baru, nilai yang lebih mudah diterima oleh mayarakat. Sebenarnya, adanya mentalitas modern seperti budaya konsumtif, berfikiran pendek, tidak mau bekerja keras, dan lain-lain. Ada satu titik pencerahan yang bisa kita manfaatkan. Dalam hal ini korupsi bisa dihilangkan dengan mengembangkan sebuah budaya tandingan seperti nilai-nilai agama. Setiap agama pasti mengembangkan nilai kerja keras, tanggung jawab, rasa bersalah dan lain-lain. Nah, inilah tantangan kita bagaimana kita dapat mengajarkan dan menerapkan nilai-nilai tersebut kepada masyarakat dengan cara yang lebih fresh. Sebagai contoh, kita mengusahakan nilai kerja keras dalam masyarakat. Kita berusaha berfikir bahwa kita akan lebih bahagia jika kita bisa menikamti hasil jerih payah yang merupakan buah dari kerja keras kita sendiri bagaimana caranya menanamkan kebudayaan anti korupsi. Dan setelah itu kita menularkan dan mengajak orang di sekitar kita, dengan cara halus, dan dapat meyakinkan orang di sekeliling kita, bahwa korupsi itu tidak baik, karena korupsi sama dengan mencuri yang berarti merampas hak orang lain atau mengambil sesuatu yang bukan milik kita sendiri.
 
 
 
Really proud and thanks a lot for:

Ketika Belajar Di Sekolah Tak Lagi Cukup

Fenomena, mungkin ini sudah fenomena bertahun-tahun belakangan ini. Sebagai seorang guru, kerapkali saya mendengar kesibukan murid-murid yang melebihi kesibukan gurunya. Senin sampai Sabtu, murid-murid saya disibukkan dengan les tambahan di bimbingan belajar. Ada pula yang sengaja mendatangkan les private.

Setelah bertahun-tahun saya dipercayakan mengajar di kelas satu, kini giliran saya mengajar di kelas tiga. Agar mengerti materi secara keseluruhan saya membaca semua buku pelajaran. Ada 12 pelajaran termasuk tiga di antaranya adalah pelajaran muatan lokal. Cukup kaget saya ketika beberapa pelajaran materinya cukup mendalam. Anak kelas 3 SD belajar seperti mahasiswa saja. Sehingga ketika bertemu dengan orang tua ajakan untuk mengajar les berdatangan,

“Pak Erfan bisa bantuin anak saya tidak untuk mengajar les? Sekarang kan sudah kelas tiga pelajarannya sudah susah-susah.”

“Pak Erfan tolong anak saya, dong! Kemarin saat kelas dua nilai Matematika dan IPAnya anjlok. Padahal dua pelajaran itu penting sekali.”

Materi yang “terlalu” mendalam ini membuat orang tua kelabakan. Jika tidak ada les tambahan bisa dipastikan anak-anak akan ketinggalan. Tidak saja orang tua yang kelabakan guru di kelas pun kelabakan luar biasa. Mengajar bukan lagi sebagai transfer ilmu namun sudah menjadi tuntutan agar kompetensi anak tercapai.

“Beban” yang dirasakan guru akhirnya membuat materi yang diajarkan tak lagi menyenangkan. Guru khawatir saat mengajarkan materi itu secara menyenangkan berkesan main-main dan banyak materi yang ketinggalan. Sehingga guru lebih memilih serius mengajar dan anak-anak duduk rapi memperhatikan.

Orang tua yang melihat “beban” ini pun tak mau tinggal diam. Untuk mengulang materi, les/kursus diberikan. Jadwal kursus pun sudah dibuatkan, Senin pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia, Selasa Bahasa Inggris, Rabu, Kamis hingga Sabtu sudah tersedia jadwal tersendiri. Jika sudah begini hak anak untuk bermain pun terabaikan.

Sebagai guru saya akui, materi anak-anak SD sekarang memang lebih berat. Pelajaran sejarah pun diajarkan secara detail. Padahal menilik ini untuk masa depannya tidaklah terlalu penting. Begitu pula dengan pelajaran-pelajaran yang seharusnya tidak dinilai secara teori semata, cukuplan dengan observasi dan praktek. Misalnya tentang materi aturan yang berlaku di sekolah atau masyarakat, cukup dinilai secara observasi/praktek.

Beratnya materi ini membuat guru pun ketar-ketir dan akhirnya menyuguhkan materi dengan sangat detail. Apalagi jika berhubungan dengan ujian akhir yang soalnya diambil dari diknas. Soal-soal teoritis terasa kental sekali dibandingkan soal-soal pemecahan masalah. Bahkan kadang soal dirasa lebih sulit dari materi yang diujikan.

Kekhawatiran orang tua pun beralasan dan menjadikan les tambahan sebagai solusi yang tepat. Akhirnya pendidikan kita hanya berkutat pada masalah akademis. Lupa akan pendidikan yang berbasis pada karakter. Jadi jangan heran jika banyak orang pintar di Indonesia tapi akhlak dan karakternya buruk. Bisa ditebak, kenapa korupsi di Indonesia makin merajalela?

Akhirnya, belajar di sekolah kini tak lagi cukup. Kegiatan bersekolah dinilai hanya mengambil formalnya saja. Materi tuntas meski tidak tuntas karena anak masih belum mengerti materi yang disampaikan secara keseluruhan. Pradigma di masyarakat yang melabeli anak cerdas adalah yang bagus nilai matematika dan ilmu alamnya turut memperkeruh pendidikan di Indonesia.

Seorang murid pindah ke Australia karena orang tuanya bersekolah di sana. Saat pulang mereka bercerita tentang pendidikan di negeri kanguru tersebut,
“Pak di sana mah anak kebanyak main. Soal-soal yang diberikan ke murid kebanyakan menjodohkan atau tarik garis. Kalau di Indonesia kan banyak belajar, serius pula. Eh, lembar kerjanya kebanyakan tipe-tipe soalnya seperti ini “Sebutkanlah! Apa saja yang termasuk?” dan lain-lain. Miris, pak!”

Sulit memang mengubah carut marut dunia pendidikan sekarang. Namun sebagai guru saya akan mengajarkan materi dengan menyenangkan: sambil bermain, memasak, nonton film, bernyanyi dan bermain. Sebagai orang tua, kenali anak-anak kita dan lihat apa yang sebenarnya mereka butuhkan. Bukan melihat kebutuhan mereka berdasarkan paradigma masyarakat yang berkembang.



Really proud and so much thanks for :
Exciting Learning  Tagged , ,

Tupen4: Dasar Teori: SQL (Structure Query Language)

SQL (Structured Query Language) adalah sebuah bahasa yang dipergunakan untuk mengakses data dalam basis data relasional. Bahasa ini secara de facto merupakan bahasa standar yang digunakan dalam manajemen basis data relasional. Saat ini hampir semua server basis data yang ada mendukung bahasa ini untuk melakukan manajemen datanya.

Secara umum, SQL terdiri dari dua bahasa, yaitu Data Definition Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML). Implementasi DDL dan DML berbeda untuk tiap sistem manajemen basis data (SMBD), namun secara umum implementasi tiap bahasa ini memiliki bentuk standar yang ditetapkan ANSI. Artikel ini akan menggunakan bentuk paling umum yang dapat digunakan pada kebanyakan SMBD.

Data Definition Language


Tupen Modul 4: SQL (Structure Query Language)

Dapat diunduh di sini:
http://www.ziddu.com/download/16947668/tupen4.doc.html
Soal:4
1. Buat user baru di Oracle!
2. Generate script SQL ke database Oracle dengan user yang sudah dibuat!

Friday, 21 October 2011

Lapres 2-3: Membuat PDM (Physical Data Model)

Dapat diunduh: http://www.ziddu.com/download/16948697/LAPRES2-3.doc.html
 
Soal untuk Laporan Resmi 2 dan 3: (dengan Power Designer)
1. Benarkan CDM (Conceptual Data Model) yang telah dibuat!
2. Generate ke PDM (Physical Data Model)!
3. Generate ke script SQL (database)!

x